Apakah kita pernah memperhatikan, bagaimana semburat senyum di raut wajah orang tua
kita, ketika kita mengatakan pada mereka bahwa kita lulus?, apakah kita memperhatikan
betapa berbinarnya wajah orang tua kita saat mengantarkan kita wisuda?
Ya… itulah salah satu impian saya, anda dan setiap orang tua, yakni
memberikan dukungan penuh bagi pencapaian cita-cita anak-anaknya. Salah satunya adalah
dengan memberikan pendidikan yang setinggi-tingginya untuk anak-anaknya. Dan tidak
bisa dipungkiri biaya pendidikan semakin hari semakin tinggi. Apalagi jika
suatu saat nanti anak anda memilih untuk melanjutkan pendidikan yang memerlukan
biaya yang luar biasa, seperti kedokteran dan aviasi/penerbangan. Saat ini,
untuk masuk pendidikan saja membutuhkan ratusan juta. Apalagi 15 tahun
mendatang, bisa kita hitung sendiri, berapa besar biayanya. Tentu kita tidak
akan bilang kepada anak kita, “...nak bapak tidak kuat menyekolahkanmu”.
Kebanyakan
para orang tua yang kurang atau tidak mempersiapkan dana rencana masa depan pendidikan
bagi anaknya biasanya akan menempuh langkah yang termudah dilakukan, yakni pergi cari
pinjaman kesana kemari, bahkan kalau perlu "ngutang" di Bank, pengadaian, atau
Lembaga peminjaman lainnya, seakan dengan meminjam uang, masalah keuangan akan teratasi, padahal tidak.
Agar tidak terjebak secara finansial karena masalah
pendidikan anak, maka satu-satu jawaban terbijak adalah dengan merancang dana
pendidikan anak dini mungkin.
Mengapa saya katakan ini adalah satu-satunya jawaban
terbijak? Ya.. sebagai orang tua kita pasti tahu bahwa 6 tahun semenjak
kelahiran buah hati kita, sudah pasti akan memasuki pendidikan Sekolah Dasar,
12 tahun akan memasuki pendidikan
SMP, 15 tahun akan memasuki pendidikan
SMA, dan 18 tahun akan memasuki Perguruan Tinggi, lantas apakah yang
menghalangi kita sebagai orang tua yang sayang terhadap anak, menunda ataupun
mengabaikan untuk merencanakan pendidikan sejak dini?.
Jangan menunda mempersiapkan dana pendidikan
anak kita. Jika kita baru mulai menabung saat anak sudah berusia 8 tahun, maka kita
harus mengejar jumlah nominal yang cukup besar dibandingkan dengan yang sudah
mempersiapkan anggaran sejak buah hati kita berusia 1 tahun.
Lantas bagaimana cara mempersiapkan
dana pendidikan untuk anak kita? Banyak cara! Banyak jalan untuk mempersiapkan
dana pendidikan, mempersiapkan dana pendidikan juga bukan berarti asal
menabung, yang dikhawatirkan adalah ketika Anda sudah capek capek menabung,
dana tabungan yang terkumpul masih tidak cukup juga untuk membiayai pendidikan
anak kita
Sangat bervariasi produk perbankan yang
bisa dipilih untuk mencapai target dana
pendidikan bagi anak kita, salah satunya adalah melakukan setoran rutin bulanan
ke dalam suatu produk investasi. Seperti misalnya dengan menabung secara rutin
ke tahapan-BCA, tabungan pendidikan, Deposito di bank, kemudian investasi
bulanan ke produk reksadana, atau mengambil ansuransi pendidikan seperti
EDUSAVE.
Utamakan produk produk perbankan
yang memiliki layanan perbankan yang sangat bagus dan mengutamakan kemudahan
transaksi bagi nasabahnya. Hanya untuk sebagai referensi saja. Saya pribadi menggunakan Bank BCA, kunjungi webnya di www.bca.co.id salah satu bank retail/consumer terbesar di Indonesia.
Layanan yang diberikan bukan hanya layanan konvensional namun juga mencakup
layanan perbankan elektronik yang terdiri dari ATM BCA, Debit BCA, Tunai
BCA,Klik BCA, m-BCA, SMS Top UP BCA, BCA by Phone dan Halo BCA dan apapun
namanya itulah. Juga banyak memiliki kantor cabang yang tersebar di seluruh
Indonesia. Bagi saya pribadi kesemuanya itu sangat mempermudah dan membantu
saya sebagai nasabah untuk mengatur keuangan, termasuk didalamnya rencana pendidikan
bagi anak saya.
Kini
telah banyak produk investasi pendidikan yang dapat membantu pengelolaan
pendidikan keuangan anak kita. Saran saya galilah informasi setiap produk
investasi pendidikan yang ada dan pilihlah yang paling sesuai dengan portofolio
finansial kita.
Akhir
kata, semakin cepat kita merencanakan pendidikan bagi anak kita maka semakin
cerahlah masa depan anak-anak kita.